EnglishIndonesian

Belajar Bahasa Mandarin

imlek-300x225

Sudah menjadi kewajiban kami sebagai seorang dokter untuk melayani masyarakat yang membutuhkan tanpa melihat perbedaan suku, ras maupun agama. Siapa saja yang menjadi pasien kita, tentunya tetap akan dilayani dengan baik berdasarkan ilmu dan etika kedokteran yang berlaku.

Nah, ngomong ngomong soal Imlek yang sedang dirayakan saat ini, saya jadi ingat pengalaman pribadi, saat merawat pasien anak yang berasal dari keluarga etnis Tionghoa. Pada saat itu si anak perempuan, usia 5 tahun, sedang dirawat di RS karena diare. Keesokan harinya saat saya sedang visite untuk menjenguk kondisi si anak, ternyata yang menemaninya saat itu hanyalah neneknya yang notebene cuma bisa sedikit bahasa Indonesia. Sedangkan si anak, karena masih kecil juga lebih banyak bisa bahasa Mandarin daripada bahasa Indonesia. Apa boleh buat, dengan dibantu perawat yang mendampingi saya, kami tetap mencoba berkomunikasi dengan mereka. Tentunya menggunakan bahasa Mandarin campur campur bahasa Indonesia sebisa kami. Pertama saya menanyakan kabar si anak dengan mengatakan  ”Ni hau ma”, lalu sudah makan belum? “Chek liaw ma” kemudian saya sempat blank ketika mau menanyakan “Berapa kali beraknya sehari ini” (pasien dirawat karena diare), untungnya perawat saya yang tahu bahasa Mandarinnya, bisa membantu saya mendapat informasi.

Lucunya, setiap saya berusaha menggunakan bahasa Mandarin yang terus terang memang sangat minim saya ketahui, pasien kecil saya itu selalu terkekeh kekeh geli melihat “kecanggungan” saya.  Suasana visitepun menjadi penuh tawa geli si pasien kecil karena melihat dokternya yang mendadak jadi “kagok” ngomong :D Untunglah akhirnya saya tetap bisa melaksanakan tugas visite, mendapat informasi serta melakukan pemeriksaan yang diperlukan. Pengalaman tadipun membuat saya jadi belajar kilat bahasa Mandarin praktis yang bisa digunakan sehari hari di kamar praktek bersama teman teman sejawat saya yang berasal dari etnis Tioghoa. Dan semoga, ucapan Imlek dari kami (Dokter Anakku) kali ini pun tidak salah translate yaa…..Salam Dokter Anakku :)

 

Berikan tanggapan
Doctor - Pediatrician at RS Ibnu Sina, Doctor - Pediatrician at RS Santa Maria and Freelancer at Radar Riau

Related Posts

RS = Rumah Sakitku = Rumahku Sayang

RS = Rumah Sakitku = Rumahku Sayang

Tabahlah Dokter Indonesia

Paranormal vs Dokter

Paranormal vs Dokter

Super Doctor!

Super Doctor!

Leave a Reply

atau

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>